Jumat, 08 Juni 2012

Arti Lambang Nazi Sebenarnya


Arti Lambang Nazi Sebenarnya


Swastika itu sendiri diambil dari kalimat sangsekerta "Svastika" Dari penggalan-pengalan hurufnya “su” artinya baik, “asti” artinya menjadi dan “ka” artinya akhiran. Sebelum Nazi menggunakan simbol ini, swastika digunakan untuk mewakili kehidupan, matahari, kekuatan dan nasib baik. Bahkan di awal abad ke-20, swastika masih memiliki arti yang positif. Contohnya, lambang ini digambarkan di kartu pos, koin dan gedung. Malah pada saat Perang Dunia I, swastika dipakai di jahitan punggung Divisi Amerika ke-45 dan Angkatan Udara Florida sampai Perang Dunia II.



Arti dari bendera Nazi tersebut adalah :

- Warna merah : merupakan ide-ide sosialis disetiap pergerakan
- Warna Putih : melambangkan ide Nasionalis

Sedangkan lambang swastika dipakai untuk mewakili misi perjuangan atas kemenangan bangsa Arya dalam hal ini diidentikkan dengan kemenangan ideologi kreatif yang mereka kerjakan. arena Partai Nazi melakukan praktek-praktek kekerasan dan melakukan berbagai macam pembunuhan, simbol swastika yang menjadi lambang partai inipun jadi ternoda. Arti simbol ini kemudian terdistorsi dari yang tadinya berkonotasi positif menjadi negatif. Setiap melihat bendera dengan lambang swastika, orang-orang selalu mengidentikkan dengan Nazi dan menganggap simbol ini adalah simbol kebencian, kekerasan, kematian dan pembunuhan.

Jadi sekali lagi saya tidak mengkomentari tentang tindakan Hitlernya. Perkara baik dan buruknya itu bukan sesuatu yang ingin saya bahas. Tapi jelas sebuah symbol yang memberikan saya kecurigaan menjadi mendasar. Karena memang benar adanya bahwa symbol dari bendera Nazi ini merupakan satu rangkaian sejarah yang teramat panjang.

Tidak bisa kita pungkiri, Pada jaman dahulu selalu menggunakan imajinasi dengan satu kesatuan sejarah dari jaman sebelumnya. Jadi bilamana memang Nazi itu ada pada tahun 1920 maka symbol dari bendera itu akan mengambil jauh kebelakang dari waktu itu. Dan bilamana memang seperti itu yang terjadi adalah symbol itu merupakan transformasi dari symbol-symbol yang sudah ada pada jaman sebelumnya.

Simbol tersebut, yang dikenal dengan Swastika atau Svasti adalah simbol suci dalam tradisi Hindu. Simbol yang melambangkan kesucian ini tidak hanya ada di dalam tradisi Hindu saja, Budha contohnya, di temukan beberapa patung suci Budha yang mengenakan kalung dengan anak kalungnya berupa simbol tersebut.

Swastika pernah (dan masih) mewakili hal-hal yang bersifat luhur dan sakral, terutama bagi pemeluk Hindu, Jaina, Buddha, pemeluk kepercayaan Gallic-Roman (yang altar utamanya berhiaskan petir, swastika dan roda), pemeluk kepercayaan Celtic kuna (swastika melambangkan Dewi Api Brigit), pemeluk kepercayaan Slavia kuno (swastika melambangkan Dewa Matahari Svarog) maupun bagi orang-orang Indian suku Hopi serta Navajo (yang menggunakan simbol itu dalam ritual penyembuhan). Jubah Athena serta tubuh Apollo, dewa dan dewi Yunani, juga kerap dihiasi dengan simbol tersebut.

Jadi sebenarnya simbol tersebut adalah lambang ke agungan dan kesucian. Kesucian yang harus terus berada di jalan yang lurus, adil dan seimbang tanpa memihak siapapun juga kecuali keadialan dan kebenaran itu sendiri. Ketika kesucian dan kebenaran sudah tidak lurus lagi, maka tak jarang kesucian dan kebenaran hanyalah sebagai tameng untuk menutupi kekejaman yang luar biasa. Mungkin hal tersebutlah yang mengakibatkan lazi memiliki lambang tersebut tapi miring kekiri sekitar 45 derajat.

Pada tahun 1920, Adolf Hitler memutuskan Partai Nazi membutuhkan simbol dan bendera sendiri. Bagi Hitler, bendera merupakan simbol bagi perjuangan mereka. Tanggal 7 Agustus 1920 saat Kongres Salzburg, bendera dengan lambang swastika menjadi simbol resmi Partai Nazi. Hitler mendeskripsikann arti dari bendera tersebut, arti warna merah merupakan ide-ide sosialis disetiap pergerakan, warna putih melambangkan ide nasionalis, sedangkan lambang swastika dipakai untuk mewakili misi perjuangan atas kemenangan bangsa Arya dalam hal ini diidentikkan dengan kemenangan ideologi kreatif yang mereka kerjakan.
Karena Partai Nazi melakukan praktek-praktek kekerasan dan melakukan berbagai macam pembunuhan, simbol swastika yang menjadi lambang partai inipun jadi ternoda. Arti simbol ini kemudian terdistorsi dari yang tadinya berkonotasi positif menjadi negatif. Setiap melihat bendera dengan lambang swastika, orang-orang selalu mengidentikkan dengan Nazi dan menganggap simbol ini adalah simbol kebencian, kekerasan, kematian dan pembunuhan.
Bagaimana Arti Simbol Swastika Sekarang?


Hitler dengan lambang Nazinya

Pada waktu lampau, arah dari swastika menyebabkan simbol ini memiliki arti yang berbeda. Arah swastika yang searah jarum jam memiliki arti kesehatan dan kehidupan, sedangkan swastika yang berlawanan arah jarum jam berarti nasib buruk atau ketidakberuntungan. Namun sejak Nazi menggunakan simbol swastika yang searah jarum jam maka orang mengubah pengertian sebelumnya menjadi sebaliknya.

Swastika dan Agama Hindu dan Budha

Saat ini, arti dari swastika masih menjadi polemik yang tak berujung ditengah masyarakat dunia. Bagaimana bisa satu simbol memiliki dua arti yang saling bertolak belakang? Namun hal ini membuat sebagian kalangan yang menggunakannya sebagai simbol keagamaan menjadi terkena imbasnya. Di Agama Hindu dan Budha lambang swastika merupakan simbol suci yang biasa digunakan untuk melambangkan kehidupan dan keberuntungan. Orang-orang yang tidak mengetahui arti asli dari swastika terkadang sangat skeptis dengan simbol ini. Padahal sebenarnya Nazi-lah yang mengambil keuntungan dari simbol swastika dan menggunakannya dalam praktek-praktek yang tidak berperikemanusiaan.

Swastika termasuk simbol paling populer di dunia. Gambar berbentuk mirip tanda plus yang ujungnya menikung membentuk baling-baling, dikenal sabagai simbol Nazi. Setelah digunakan oleh Hitler sebagai simbol partainya itu, swastika menjadi lekat dengan Nazi. Ini menjadi perubahan yang sangat ekstrem bagi swastika.

Sejatinya swastika adalah simbol kuno yang sudah dipakai sekitar 3.000 tahun lalu. Simbol ini mirip dengan simbol yang digunakan masyarakat Mesir kuno, bernama Ankh. Situs history1900s.about.com menuliskan bahwa simbol seperti ini umum digunakan sebagai hiasan gerabah serta koin pada sekitar 1.000 tahun sebelum masehi.

Selama ribuan tahun kemudian, simbol ini menjadi gambar yang bisa dikatakan universal. Tak hanya digunakan oleh masyarakat Mesir kuno, simbol swastika juga dipakai masyarakat Cina, Jepang, India, juga Eropa bagian selatan. Artinya, selama ribuan tahun sebelum Hitler lahir, simbol ini sudah sangat populer di dunia.

Di abad pertengahan memang swastika sudah digunakan berbagai wilayah dengan nama yang berbeda satu sama lain. Di Cina, simbol ini diberi nama wan, di Inggris disebut fylfot, warga Jerman menyebutnya hakenkreuz, dan di Yunani dinamakan tetraskelion and gammadion. Sedang nama swastika berasal dari bahasa sansekerta.

Simbol ini memang juga dipakai warga India, tempat bahasa sansekerta tumbuh. Konon, warga asli benua Amerika juga menggunakan simbol ini, meski tidak menyebutnya dengan nama spesifik. Di masa Perang Dunia I, simbol ini masih terlihat di bahu pasukan Amerika yang tergabung dalam American 45th Division. Simbol ini juga banyak digunakan di kemasan rokok, gedung, juga kartu pos.

Begitu populernya simbol ini, mendorong Nazi yang mulai mengambil tampuk kekuasaan Jerman sejak tahun 1933, untuk menjadikan swastika sebagai simbol utamanya. Di zaman modern, simbol ini kemudian lebih banyak dikenal sebagai simbol partai Nazi. Tak hanya itu, simbol swastika juga kemudian dimaknai secara negatif.

Padahal, hingga awal tahun 1900an, simbol ini punya makna yang positif. Swastika lebih diartikan sebagai simbol keberuntungan, kekuatan, semangat, matahari, juga simbol kehidupan. Banyak pihak menggunakan simbol tersebut untuk memompakan semangat dan energi positif dalam dirinya.

Istilah swastika sendiri berasal dari bahasa sansekerta su yang berarti baik dan asti yang berarti menjadi. Sedangkan ka dalam istilah tersebut merupakan imbuhan. Jika disatukan, istilahnya menjadi swastika yang berarti menjadi baik.

Lalu bagaimana kisahnya swastika kemudian menjadi simbol Nazi? Hingga awal tahun 1800an, Jerman masih menjadi kekaisaran yang tidak punya simbol pemersatu yang kuat. Hingga tahun 1871, Jerman belum menjadi satu negara yang bersatu. Swastika juga dianggap sebagai warisan suku Indian yang dipercaya sebagai asal muasal ras Arya, penduduk asli Jerman.

Untuk menghindari ancaman perpecahan, kemudian kelompok nasionalis Jerman menjadikan swastika sebagai simbol pemersatunya. Secara resmi, simbol tersebut kemudian digunakan oleh Liga Senam Jerman. Swastika menjadi semakin populer di Jerman. Di awal abad ke-20, simbol ini menjadi mudah sekali ditemukan di Jerman.

Di tahun 1920, Adolf Hitler memutuskan partainya, Nazi memerlukan simbol dan bendera yang mewakili semanngat perjuangan dan mudah dikenali. Akhirnya, pada 7 Agustus 1920, dalam Kongres Salzburg, Nazi menetapkan swastika sebagai simbol dan sekaligus bendera partai.

Dalam bukunya, Mein Kampf, Hitler menggambarkan bahwa dalam bendera Nazi terlihat simbol warna merag sebagai ide gerakan sosial, putih sebagai ide nasionalisme, dan swastika sebagai simbol perjuangan bagi ras Arya untuk meraih kemenangan.(sumber)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar